The Role of Information and Communication Technology in Competitive Intelligence
The Role of
Information and
Communication Technology
in Competitive Intelligence
Dirk Vriens
University of Nijmegen, The Netherlands
Part 8
Abstrak
Bab ini membahas peran dari TIK
untuk kegiatan kecerdasan yang kompetitif. Untuk tujuan ini, dimulai dengan pengenalan
kecerdasan kompetitif. Selanjutnya, ini membahas kemungkinan penggunaan dari
TIK untuk kegiatan kecerdasan. Dalam pembahasan ini diutamakan membahas
Intelligent Information
Pengertian Intelligent Information
Intelligent Information ini dapat diartikan sebagai Teknologi informasi cerdas yang digunakan oleh sejumlah besar organisasi untuk meningkatkan produktivitas di berbagai peran seperti asisten operator manusia dan otonom pengambilan keputusan komponen sistem yang kompleks. Sementara sejumlah aplikasi cerdas telah dikembangkan di berbagai domain, masih ada sejumlah isu penelitian yang harus dieksplorasi dalam hal rancangan, implementasi, integrasi, dan penyebaran melalui Internet atau Intranet perusahaan.
Sistem Informasi Cerdas atau Intelligence Information System (IIS) didefinisikan
sebagai kemampuan mesin atau sistem untuk beradaptasi dalam mencapai
tujuan pada lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sistem. Sebagai
sistem yang mampu menirukan perilaku manusia, sistem mempunyai ciri khas
yang menunjukkan kemampuan dalam hal :
- Menyimpan informasi.
- Menggunakan informasi yang dimiliki untuk melakukan suatu pekerjaan dan menarik kesimpulan.
- Beradaptasi dengan keadaan baru.
- Berkomunikasi dengan penggunanya.
- Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence=AI)
Konsep dari AI adalah mempelajari
kemampuan dari suatu mesin dan algoritma untuk diimplementasikan dalam
kehidupan nyata berdasarkan pikiran manusia. Dalam sebuah algoritma AI
terdapat dua persepsi terhadap otak manusia, pertama bagaimana cara
berfikirnya dan kedua adalah seberapa besar pola pikir yang dihasilkan.
Dari problema tersebut dapat diambil garis besar hubungan SIC/ IIS
terhadap AI yaitu cara berfikir dan pola fikir. Oleh karenaya AI dalam
IIS dibagi menjadi dua komponen keilmuan yaitu Computational Intelligence (CI) dan Data Mining.
- Sistem Cerdas (Intelligence System)
Sistem Cerdas (SC) atau Intelligence System mempunya
hubungan erat dengan AI dalam konsep algoritma. Dimana perbedaan antara
keduanya? Dari beberapa literatur menyebutkan bahwa perbedaan yang
sangat mencolok antara SC dengan AI adalah terletak pada konsep
dasarnya. AI membahas secara umum bagaimana struktur cara berfikir dan
pola fikir sebuah algoritma, sedangkan untuk SC merupakan terapan dari
algoritnya yang dihasilkan oleh AI. Dengan kata lain SC merujuk kepada
AI dan AI merupakan induk dari SC. Berdasarkan sekema diatas dapat
disimpulkan bahwa SC memiliki dua aspek keilmuan yaitu Expect System (ES) dan Decision Support System (DSS).
- Sistem Informasi (Information System=IS)
Dari pembahasan sebelumnya terntang AI
dan SC yang masing-masing memiliki peran sebagai bagian terpenting dari
sebuah sistem, yang tidak kalah menarik adalah Sistem Informasi (SI).
Hubungan antara AI, SC dan SI memiliki komponen kompleks dalam
pengembangan sebuah sistem, dari segi cara, pola, dan penerapan dalam
bidang pakar maupun manajemen dapat diintegrasikan. Sistem
informasi bertindak sebagai penghubung dari bergai konsep diatas dan
juga sebagai pelengkap dalam penerapan dan pengembangan sistem yang
didukung oleh algoritma yang dihasilkan dari AI maupun SC. Dua hal yang
harus dipertimbangkan dalam SI yang akan mendukung AI dan SC dalam IIS
adalah Knoledge Management System dengan benang merah Expect System, yang juga disupport oleh Management Information System yang bergerak diseputaran area Decision Support System.
Tujuan
Munculnya World Wide Web (www) telah memicu minat baru di bidang teknologi informasi yang cerdas. Ada minat yang tumbuh dalam mengembangkan teknologi cerdas yang memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks dalam lingkungan web-centric dengan relatif mudah, memanfaatkan teknologi seperti agen cerdas, komputasi terdistribusi di lingkungan yang heterogen, dan komputer didukung kerja kolaboratif. Misi dari Jurnal Internasional Teknologi Informasi Cerdas (IJIIT) adalah untuk mempertemukan para peneliti dalam bidang terkait seperti sistem informasi, didistribusikan AI, agen cerdas, dan kerja kolaboratif, untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan berbagai aspek desain dan pengembangan teknologi cerdas. Jurnal ini menyediakan forum bagi para akademisi dan praktisi untuk mengeksplorasi isu-isu penelitian terkait dengan tidak hanya desain, implementasi dan penyebaran sistem cerdas dan teknologi, tetapi juga isu-isu ekonomi dan dampak organisasi. Maka yang berkaitan dengan semua aspek sistem cerdas termasuk pekerjaan teoritis pada agen dan multi-agent sistem serta studi kasus menawarkan wawasan ke dalam masalah berbasis agen pemecahan dengan empiris atau simulasi berbasis bukti dipersilakan.Konsep
4 Dasar Kategori di Konsep dasar Ai(Kecerdasan Buatan)
1. Acting Humanly
Acting humanly ialah system yang melakukan pendekatan dengan menirukan tingkah laku seperti manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan cara kerja pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak dapat membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan).2. Thinking Humanly
Yaitu system yang dilakukan dengan cara intropeksi yaitu penangkapan pemikiran psikologisManusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen.
3. Thinking Rationaly
Ini merupakn system yang sangat sulit ,karena sering terjadi kesalah dala, prinsip dan prakteknya,system ini dikenal dengan penalaran komputasi.4. Acting Rationaly
Yaitu system yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu robotika cerdas yang menggantikan tugas manusia.Metodologi
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa AI merupakan salah satu cabang Ilmu Komputer. Tapi karena kompleksitas area AI maka dibuat sub-sub bagian yang dapat berdiri sendiri dan dapat saling bekerja sama dengan sub bagian lain atau dengan disiplin ilmu lain. Berikut ini beberapa cabang ilmu sub bagian dari AI :1. Natural Languange Processing (NLP)
Natural Languange Processing (NLP) atau Pemrosesan Bahasa Alami,
merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sistem untuk
menerima masukan bahasa alami manusia. Dalam perkembangannya, NLP
berusaha untuk mengubah bahasa alami komputer (bit dan byte) menjadi
bahasa alami manusia yang dapat kita mengerti. NLP merupakan ilmu dasar
yang dapat dijadikan jembatan untuk membuat komunikasi antara mesin
dengan manusia.
2. Expert System (ES)
Expert System (ES) atau Sistem Pakar, merupakan salah satu cabang AI
yang mempelajari pembuatan sebuah sistem yang dapat bekerja layaknya
seorang pakar. ES dapat menyimpan pengetahuan seorang pakar dan
memberikan solusi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya tadi. ES juga
merupakan salah satu cabang AI yang sering melakukan kerja sama dengan
disiplin ilmu lain karena sifatnya yang dapat menyimpan pengetahuan.
3. Pattern Recognition (PR)
Pattern Recognition (PR) atau Pengenalan Pola, merupakan salah satu
cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem untuk dapat mengenali
suatu pola tertentu. Misalnya sistem PR untuk mengenali huruf dari
tulisan tangan, walaupun terdapat perbedaan penulisan huruf A dari
masing-masing orang tetapi PR dapat mengenali bahwa huruf tersebut
adalah huruf A. Beberapa aplikasi dari PR antara lain : voice
recognition, Fingerprint Identification, Face Identification,
Handwriting Identification, Optical Character Recognition, Biological
Slide Analysis, Robot Vision dan lainnya.
Robotic atau Robotika, merupakan salah satu cabang AI yang menggabungkan
cabangcabang AI yang lain termasuk ketiga cabang di atas untuk
membentuk sebuah sistem robotik. Keempat cabang AI di atas merupakan
cabang umum yang banyak dipelajari, masih banyak cabang-cabang AI yang
lainnya. Seiring perkembangan riset dalam AI, dapat dimungkinkan akan
muncul cabang-cabang baru yang melengkapi unsur AI sehingga AI menjadi
sebuah sistem lengkap dan akan mencapai goal-nya yang sampai sekarang
masih belum sempurna.4. Robotic
Contoh-contoh Aplikasi AI
Berikut ini beberapa contoh-contoh aplikasi AI yang sudah diterapkan dan memberikan sumbangsih yang cukup diperhitungkan dalam kemajuan teknologi. Kebanyakan aplikasi AI yang banyak dipakai diambil dari bidang Expert System, diantaranya adalah :a. Bidang Pertanian
Pada bidang Pertanian, dibuat ES untuk memprediksi kerusakan pada jagung yang disebabkan oleh ulat hitam dan memberikan konsultasi untuk mendiagnosa kerusakan pada kacang kedelai dengan menggunakan pengetahuan tentang gejala kerusakan dan lingkungan tanaman.b. Bidang Kimia
Pada bidang Kimia, dibuat ES untuk menganalisa struktur DNA dari
pembatasan segmentasi data enzim dengan menggunakan paradigmagenerate
& test.
c. Bidang Sistem Komputer
Pada bidang Sistem Komputer, dibuat ES untuk membantu operator komputer
untuk monitoring dan mengontrol MVS (multiple virtual storage) sistem
operasi pada komputer mainframe IBM.
d. Bidang Elektronik
Pada bidang Elektronik, dibuat ES untuk mengidentifikasi masalah pada
jaringan telepon, ES untuk simulasi perancangan DLC (digital logic
circuits) dan mengajari pelajar bagaimana cara mengatasi masalah pada
sirkuit elektronik.
e. Bidang Hukum
Pada bidang Hukum, dibuat ES untuk membantu para auditor profesional
dalam mengevaluasi potensi kegagalan pinjaman klien berdasarkan sejarah
pinjaman, status ekonomi, kondisi piutang.
f. Bidang Militer
Pada bidang Militer, dibuat ES untuk membantu menganalisa perkiraan
situasi pertempuran, memberikan interpretasi taktik laporan sensor
intelijen dan memberikan rekomendasi alokasi senjata kepada komandan
militer pada saat situasi perang.
Di atas merupakan beberapa contoh dari AI yang sudah diaplikasikan dalam beberapa bidang. Masih banyak aplikas-aplikasi AI yang tidak mungkin disebutkan semua di sini. Beberapa contoh di atas sudah dapat memberikan gambaran bahwa cakupan Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan tidak hanya dibidang ilmu komputer tetapi bisa bekerja sama dengan bidang lain untuk menciptakan sebuah sistem yang saling mendukung.
Sumber :
1. http://www.igi-global.com/journal/international-journal-intelligent-information-technologies/1089
2. https://mustakimtelematika.wordpress.com/2014/03/31/intelligence-information-system-iis/
3. http://irpantips4u.blogspot.co.id/2012/12/konsep-dasar-artificial-intelligence-ai.html
Intelligent Information
Diposting oleh
Dewi Utari Agustina
0
komentar
Pengertian Intelligent Information
Intelligent Information ini dapat diartikan sebagai Teknologi informasi cerdas yang digunakan oleh sejumlah besar organisasi untuk meningkatkan produktivitas di berbagai peran seperti asisten operator manusia dan otonom pengambilan keputusan komponen sistem yang kompleks. Sementara sejumlah aplikasi cerdas telah dikembangkan di berbagai domain, masih ada sejumlah isu penelitian yang harus dieksplorasi dalam hal rancangan, implementasi, integrasi, dan penyebaran melalui Internet atau Intranet perusahaan.
Sistem Informasi Cerdas atau Intelligence Information System (IIS) didefinisikan
sebagai kemampuan mesin atau sistem untuk beradaptasi dalam mencapai
tujuan pada lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sistem. Sebagai
sistem yang mampu menirukan perilaku manusia, sistem mempunyai ciri khas
yang menunjukkan kemampuan dalam hal :
- Menyimpan informasi.
- Menggunakan informasi yang dimiliki untuk melakukan suatu pekerjaan dan menarik kesimpulan.
- Beradaptasi dengan keadaan baru.
- Berkomunikasi dengan penggunanya.
- Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence=AI)
Konsep dari AI adalah mempelajari
kemampuan dari suatu mesin dan algoritma untuk diimplementasikan dalam
kehidupan nyata berdasarkan pikiran manusia. Dalam sebuah algoritma AI
terdapat dua persepsi terhadap otak manusia, pertama bagaimana cara
berfikirnya dan kedua adalah seberapa besar pola pikir yang dihasilkan.
Dari problema tersebut dapat diambil garis besar hubungan SIC/ IIS
terhadap AI yaitu cara berfikir dan pola fikir. Oleh karenaya AI dalam
IIS dibagi menjadi dua komponen keilmuan yaitu Computational Intelligence (CI) dan Data Mining.
- Sistem Cerdas (Intelligence System)
Sistem Cerdas (SC) atau Intelligence System mempunya
hubungan erat dengan AI dalam konsep algoritma. Dimana perbedaan antara
keduanya? Dari beberapa literatur menyebutkan bahwa perbedaan yang
sangat mencolok antara SC dengan AI adalah terletak pada konsep
dasarnya. AI membahas secara umum bagaimana struktur cara berfikir dan
pola fikir sebuah algoritma, sedangkan untuk SC merupakan terapan dari
algoritnya yang dihasilkan oleh AI. Dengan kata lain SC merujuk kepada
AI dan AI merupakan induk dari SC. Berdasarkan sekema diatas dapat
disimpulkan bahwa SC memiliki dua aspek keilmuan yaitu Expect System (ES) dan Decision Support System (DSS).
- Sistem Informasi (Information System=IS)
Dari pembahasan sebelumnya terntang AI
dan SC yang masing-masing memiliki peran sebagai bagian terpenting dari
sebuah sistem, yang tidak kalah menarik adalah Sistem Informasi (SI).
Hubungan antara AI, SC dan SI memiliki komponen kompleks dalam
pengembangan sebuah sistem, dari segi cara, pola, dan penerapan dalam
bidang pakar maupun manajemen dapat diintegrasikan. Sistem
informasi bertindak sebagai penghubung dari bergai konsep diatas dan
juga sebagai pelengkap dalam penerapan dan pengembangan sistem yang
didukung oleh algoritma yang dihasilkan dari AI maupun SC. Dua hal yang
harus dipertimbangkan dalam SI yang akan mendukung AI dan SC dalam IIS
adalah Knoledge Management System dengan benang merah Expect System, yang juga disupport oleh Management Information System yang bergerak diseputaran area Decision Support System.
Tujuan
Munculnya World Wide Web (www) telah memicu minat baru di bidang teknologi informasi yang cerdas. Ada minat yang tumbuh dalam mengembangkan teknologi cerdas yang memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks dalam lingkungan web-centric dengan relatif mudah, memanfaatkan teknologi seperti agen cerdas, komputasi terdistribusi di lingkungan yang heterogen, dan komputer didukung kerja kolaboratif. Misi dari Jurnal Internasional Teknologi Informasi Cerdas (IJIIT) adalah untuk mempertemukan para peneliti dalam bidang terkait seperti sistem informasi, didistribusikan AI, agen cerdas, dan kerja kolaboratif, untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan berbagai aspek desain dan pengembangan teknologi cerdas. Jurnal ini menyediakan forum bagi para akademisi dan praktisi untuk mengeksplorasi isu-isu penelitian terkait dengan tidak hanya desain, implementasi dan penyebaran sistem cerdas dan teknologi, tetapi juga isu-isu ekonomi dan dampak organisasi. Maka yang berkaitan dengan semua aspek sistem cerdas termasuk pekerjaan teoritis pada agen dan multi-agent sistem serta studi kasus menawarkan wawasan ke dalam masalah berbasis agen pemecahan dengan empiris atau simulasi berbasis bukti dipersilakan.Konsep
4 Dasar Kategori di Konsep dasar Ai(Kecerdasan Buatan)
1. Acting Humanly
Acting humanly ialah system yang melakukan pendekatan dengan menirukan tingkah laku seperti manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan cara kerja pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak dapat membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan).2. Thinking Humanly
Yaitu system yang dilakukan dengan cara intropeksi yaitu penangkapan pemikiran psikologisManusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen.
3. Thinking Rationaly
Ini merupakn system yang sangat sulit ,karena sering terjadi kesalah dala, prinsip dan prakteknya,system ini dikenal dengan penalaran komputasi.4. Acting Rationaly
Yaitu system yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu robotika cerdas yang menggantikan tugas manusia.Contoh-contoh Aplikasi AI
Berikut ini beberapa contoh-contoh aplikasi AI yang sudah diterapkan dan memberikan sumbangsih yang cukup diperhitungkan dalam kemajuan teknologi. Kebanyakan aplikasi AI yang banyak dipakai diambil dari bidang Expert System, diantaranya adalah :a. Bidang Pertanian
Pada bidang Pertanian, dibuat ES untuk memprediksi kerusakan pada jagung yang disebabkan oleh ulat hitam dan memberikan konsultasi untuk mendiagnosa kerusakan pada kacang kedelai dengan menggunakan pengetahuan tentang gejala kerusakan dan lingkungan tanaman.b. Bidang Kimia
Pada bidang Kimia, dibuat ES untuk menganalisa struktur DNA dari
pembatasan segmentasi data enzim dengan menggunakan paradigmagenerate
& test.
c. Bidang Sistem Komputer
Pada bidang Sistem Komputer, dibuat ES untuk membantu operator komputer
untuk monitoring dan mengontrol MVS (multiple virtual storage) sistem
operasi pada komputer mainframe IBM.
d. Bidang Elektronik
Pada bidang Elektronik, dibuat ES untuk mengidentifikasi masalah pada
jaringan telepon, ES untuk simulasi perancangan DLC (digital logic
circuits) dan mengajari pelajar bagaimana cara mengatasi masalah pada
sirkuit elektronik.
e. Bidang Hukum
Pada bidang Hukum, dibuat ES untuk membantu para auditor profesional
dalam mengevaluasi potensi kegagalan pinjaman klien berdasarkan sejarah
pinjaman, status ekonomi, kondisi piutang.
f. Bidang Militer
Pada bidang Militer, dibuat ES untuk membantu menganalisa perkiraan
situasi pertempuran, memberikan interpretasi taktik laporan sensor
intelijen dan memberikan rekomendasi alokasi senjata kepada komandan
militer pada saat situasi perang.
Di atas merupakan beberapa contoh dari AI yang sudah diaplikasikan dalam beberapa bidang. Masih banyak aplikas-aplikasi AI yang tidak mungkin disebutkan semua di sini. Beberapa contoh di atas sudah dapat memberikan gambaran bahwa cakupan Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan tidak hanya dibidang ilmu komputer tetapi bisa bekerja sama dengan bidang lain untuk menciptakan sebuah sistem yang saling mendukung.
Sumber :
1. http://www.igi-global.com/journal/international-journal-intelligent-information-technologies/1089
2. https://mustakimtelematika.wordpress.com/2014/03/31/intelligence-information-system-iis/
3.
System Development Life Cycle
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis
sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang
digunakan meliputi :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun
Information Security Management System (ISMS)
Diposting oleh
Dewi Utari Agustina
0
komentar
Information Security Management System (ISMS) ialah satu kesatuan sistem yang disusun dengan tujuan pendekatan resiko bisnis dalam pengembangan, implementasi,
pengoperasian, pengawasan, pemeliharaan serta peningkatan keamaan informasi
perusahaan.
Informasi
perlu dilindungi keamanannya
Informasi
yang merupakan aset harus dilindungi keamanannya. Keamanan, secara umum
diartikan sebagai “quality or state of
being secure-to be free from danger” [1]. Untuk menjadi aman adalah dengan cara
dilindungi dari musuh dan bahaya. Keamanan bisa dicapai dengan beberapa
strategi yang biasa dilakukan
Vending Machine Commuter Line
Haii Guys saya dan teman-teman sekelompok sepakat untuk membahas Manajemen Layanan Sistem Informasi yang berhubungan dengan Transportasi yaitu Vending Machine pada Commuter Line Jabodetabek.
Langsung aja ke intinya yah..
C-VIM menjadi sejarah dalam
sistem ticketing KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line Jabodetabek.Dulu tiket
KRL masih berupa secarik kertas, kemudian sekarang telah digantikan berupa
kartu e-ticketing. Dulu orang beli mengantri di loket, kini sudah bisa dilayani
melalui Vending Machine.
Penerapan teknologi untuk peningkatan
pelayanan kepada pengguna KRL terus dilakukan PT KAI Commuter Jabodetabek
(KCJ). Dalam layanan e-ticketing, KCJ kini sudah mulai menerapkan penggunaan
mesin penjualan tiket yang diberi nama Commuter Vending Machine (C-VIM) dengan
layar sentuh. Dalam pengoperasiannya, V-CIM dilengkapi 2 pilihan bahasa yaitu
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga memudahkan bagi pengguna jasa
lokal maupun asing.
Dengan hadirnya C-VIM, loket
konvensional di stasiun-stasiun prioritas nantinya akan
Six Sigma dan Total Quality Management
Six Sigma merupakan alat untuk memanajemen yang digunakan untuk menggantikan Total Quality Management. Six Sigma mempunyai kualitas yang jauh lebih baik dari TQM dalam pengendalian kualitas, terutama untuk kepuasan pelanggan. Cara Kerja Six Sigma yaitu dengan mendalami sistem perusahaan secara menyeluruh.
Makin tinggi sigma nya, semakin baik kualitasnya.
Tujuan dari Six Sigma yaitu untuk menghilangkan cacat atau kekurangan-kekurangan dari produksi, mempersingkat waktu produksi, dan meminimalkan biaya produksi.
Strategi yang dilakukan oleh Six Sigma sebagai berikut :
Makin tinggi sigma nya, semakin baik kualitasnya.
Tujuan dari Six Sigma yaitu untuk menghilangkan cacat atau kekurangan-kekurangan dari produksi, mempersingkat waktu produksi, dan meminimalkan biaya produksi.
Strategi yang dilakukan oleh Six Sigma sebagai berikut :
Manajemen Layanan Sistem Informasi bagi Lingkungan sekitar
![]() |
| Siklus Hidup Layanan |
Manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi bagi Lingkungan sekitar sebagai berikut :
Komunikasi
TEORI ORGANISASI UMUM 2
KOMUNIKASI
NAMA : ARFIN FAJAR IBRAHIM
DEWI UTARI
MUHAMMAD ROCHIM
MUHHAMAD FAIZAL
ASHAR
KOMUNIKASI
Pengertian Komunikasi
Secara
etimologi komunikasi berasal dari bahasa latin yakni communication
yang artinya "pemberitahuan" atau "pertukaran pikiran".
Komunikasi adalah proses pengiriman (sending) dan penerimaan (receiving) pesan ,ide , gagasan (informasi) antara dua individu atau lebih dengan cara yang efektif sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahaami.
Komunikasi adalah proses pengiriman (sending) dan penerimaan (receiving) pesan ,ide , gagasan (informasi) antara dua individu atau lebih dengan cara yang efektif sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahaami.
Arti Penting Komunikasi
Sebagai makhluk sosial,
komunikasi merupakan dasar bagi setiap orang untuk berinteraksi dengan orang
lain, kita akan selalu berkomunikasi dengan orang lain dimanapun kita berada
baik lingkungan perusahaan, pemerintahan, maupun swasta dan lingkungan social.
Komunikasi antar manusia bukan hanya saling berbicara, menyapa ataupun menulis,
komunikasi dimaksudkan tentang bagaimana kita memahami orang lain sebenarnya
sehingga kita bias saling memahami dan mengerti apa yang terjadi kebutuhan dan
keinginan orang lain kemudia dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
JENIS KOMUNIKASI
Jenis-jenis
komunikasi yang berkembang ini perlu dipelajari dan diketahui
semua pihak untuk melancarkan proses bertukar pendapat. Selain itu dengan
mengetahui jenis-jenis komunikasi akan mempermudah cara penyampaian informasi
dalam berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Komunikasi mempunyai
2 jenis yaitu komunikasi berdasarkan media tutur dan komunikasi berdasarkan
sifatnya.
1.
Jenis
Komunikasi Berdasarkan Media Tutur
jenis-jenis
komunikasi berdasarkan media tuturnya tersebut dapat dibagi menjadi :
a. Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan
secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang
saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang
membatasi mereka. Komunikasi lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih
saling berbicara/berdialog, wawancara, rapat, berpidato.
Komunikasi lisan yang
tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantaraan alat seperti
telepon, handphone, dan lain lain karena adanya jarak antara si pembicara
dengan lawan bicara.
b. Komunikasi Tulisan
Komunikasi tulisan
adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya
pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas dan
dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat,
sms, e-mail dan lain sebagainya.
Komunikasi tulisan
juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat
umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah,
buku-buku. Gambar dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara
tulisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan dan lain
sebagainya.
2.
Jenis
Komunikasi Berdasarkan Sifatnya
Selain membedakan
jenis komunikasi berdasarkan media tuturnya, kita juga bisa membedakan jenis
komunikasi berdasarkan sifatnya. Yang dimaksud sifat di sini adalah tingkat
keaktifan penutur pada saat melakukan proses komunikasi dengan lwan tuturnya.
Berikut adalah jenis komunikasi dilihat secara sifatnya :
a. Komunikasi Agresif
Komunikasi agresif
adalah komunikasi yang lebih didominasi oleh satu pihak, sedangkan pihak yang
lainnya hanya sebagai pendengar/pasif. Komunikasi agresif ini biasanya bersifat
mengendalikan lawan bicaranya.
Ciri-ciri
komunikasi agresif adalah:
1.
Lebih menekankan pada kemauan/kehendaknya
sendiri.
2.
Bernada keras dan bermusuhan
3.
Menginterupsi pembicaraan lawan bicaranya.
4.
Menggunakan kata-kata yang memojokkan lawan
bicara
5.
Berargumentasi dengan berbagai cara agar apa
yang dikemukakannya menang.
b. Komunikasi Pasif
Komunikasi pasif
merupakan lawan dari komunikasi agresif. Pelaku komunikasi pasif biasanya
membiarkan dirinya menjadi pendengar dan tidak mampu mempertahankan pendapatnya
sendiri secara langsung.
Ciri-ciri
komunikasi pasif:
1.
Lebih banyak mendengar dan tidak mengungkapkan
apa keinginan atau pikirannya.
2.
Mengikuti kata-kata atau kemauan orang lain yang
menjadi lawan bicaranya untuk menghindari konflik atau keributan.
3.
Minta maaf berlebihan.
4.
Tidak biasa mengambil keputusan.
5.
Tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkannya.
c. Komunikasi Asertif
Komunikasi asertif
adalah komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan saling menghargai. Komunikasi
secara asertif ini tidak mementingkan dirinya sendiri namun memperhatikan pula
apa yang dibicarakan lawan bicaranya sehingga tercipta komunikasi yang saling
menjaga perasaan.
Ciri-ciri
komunikasi asertif:
1.
Saling terbuka dan jujur terhadap pendapat diri
sendiri dan orang lain.
2.
Mendengarkan dan memahami pendapat orang lain.
3.
Mencari solusi dan keputusan secara
bersama-sama.
4.
Menghargai pendapat orang lain dan juga diri
sendiri. Walau timbul konflik, komunikasi ini akan mencari solusi untuk
menyelesaikan konflik tersebut.
PROSES KOMUNIKASI
Proses
Komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada
komunikannya.
Proses komunikasi
dapat dijelaskan sebagai berikut ini. Sumber (komunikator) bermaksud
menyampaikan gagasan (informasi, saran, permintaan, dst.) yang ingin disampikan
kepada penerima dengan maksud tertentu. Untuk itu dia menterjemahkan gagasan
tersebut menjadi simbol-simbol (proses encoding) yang selanjutnya disebut
pesan (message). Pesan tersebut disampaikan melalui saluran (channel) tertentu
misalnya dengan bertatap muka langsung, telepon, surat, dst. Setelah pesan
sampai pada penerima, selanjutnya terjadi proses decoding, yaitu
menafsirkan pesan tersebut. Setelah itu terjadilah respon pada penerima pesan.
Respon tertuju pada pengirim pesan. Komunikasi sebagai proses dapat
divisualisasikan dalam bentuk bagan sebagai berikut.
Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif
(effective communications) adalah komunikasi yang tepat sasaran, berhasil guna,
atau mencapai tujuan, menyampaikan informasi (to inform), menghibur (to
entertain), atau membujuk (to persuade).
Komunikasi adalah
proses berbagi (sharing) informasi, pemikiran, dan perasaan antara orang-orang
melalui pembicaraan (speaking), tulisan (writing), atau bahasa tubuh (body
language).
Implikasi manajerial
Dalam kamus besar
bahasa Indonesia implikasi mempunya arti yaitu akibat.kata implikasi sendiri
dapat merujuk ke beberapa aspek salah satu aspek yang akan saya bahas kali ini
implikasi manajerial. Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :
1. Implikasi
prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja
dan formulasi kebijakan
2. implikasi
kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Jadi implikasi
manajerial memiliki arti Proses Pengambilan Keputusan Partisipatif Dalam
Organisasi manajerial yang baik.
Pengertian dari implikasi
manajerial
Implikasi Manajerial adalah bagaimana meningkatkan
produktifitas dengan cara meningkatakan kapasitas,kualitas, efisiensi dan
efektivitas dari sumber daya yang ada. apa impilikasi majaerial yang muncul
dari organisai tanpa batas memakai pengaturan yang mengelimnasi atau menghapus
halangan geografis artitisial. para manajer memilih pendekeatan ini dalam
rangka meningkatkan efisiensi dan efktivitas di pasar global yang kompetitif.
implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagimana mereka bisa
mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain , degan baik dengan cara
memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut. Jadi
implikasi manajerial memiliki arti Proses
Pengambilan Keputusan Partisipatif Dalam Organisasi manajerial yang baik.
Refrensi :
Hardjana, Agus M.
(2003) Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta: Kanisius.
Komala,
Lukiati. 2009. Ilmu
Komunikasi: Perspektif, Proses, dan Konteks. Bandung: Widya Padjadjaran
Wiryanto,Dr.
2004. Pengantar Ilmu
Komunikasi. Jilid I. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Mulyana,
Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi
Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rohim,Syaiful.2009. Teori
Komunikasi: Perspektif,Ragam, & Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta
Wikipedia. (2009)
“Communication” Tersedia pada:http://www.en.wikipedia.org/Wiki/communication. Diakses pada tanggal
21/10/2015 pada jam 15:56
Langganan:
Postingan (Atom)






